Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. Penyakit menular seksual akan lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. PMS dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius. Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkan kematian. Wanita lebih beresiko untuk terkena PMS lebih besar daripada laki-laki sebab mempunyai alat reproduksi yang lebih rentan. Dan seringkali berakibat lebih parah karena gejala awal tidak segera dikenali, sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah.Oleh karena letak dan bentuk kelaminnya yang agak menonjol, gejala PMS pada laki-laki lebih mudah dikenali, dilihat, dan dirasakan. Sedangkan pada perempuan sebagian besar gejala yang timbul hampir tak dapat dirasakan.
Gejala-gejala umum PMS pada laki-laki adalah :
- Bintik-bintik berisi cairan, borok, atau lecet pada daerah sekitar kelamin.
- Luka tidak sakit, keras dan berwarna merah pada sekitar daerah kelamin.
- Adanya kutil yang tumbuh seperti jengger ayam.
- Rasa gatal yang sangat hebat di sekitar kelamin.
- Sakit luar biasa saat kencing.
- Kencing nanah/darah dengan bau busuk.
- Bengkak panas nyeri pada pangkal paha yang akhirnya menjadi borok.
- Kehilangan berat badan secara drastis, diare berkepanjangan, dan berkeringat saat malam.
Sedangkan pada perempuan meliputi :
- Rasa sakit atau nyeri saat kencing atau saat berhubungan seksual.
- Rasa nyeri pada perut bagian bawah.
- Keluarnya lendir pada vagina.
- Keputihan berwarna putih susu, bergumpal, dan disertai rasa gatal pada kelamin.
- Keputihan berbusa dan berbau busuk.
- Bercak-bercak darah setelah berhubungan seks.
Beberapa organisme penyebab:
Bakteri :
Nesseria gonorrhoeae,
Chlamydia trachomatis,
Treponema pallidum,
Gardanella vaginalis,
Haemophilus ducreyi,
Donavania granulomatis,
Mycoplasma hominis,
Ureaplasma urealycum.
Virus :
Herpes simplex,
Human papilloma,
Hepatitis,
Cytomegalovirus
Protozoa :
Trichomonas vaginalis
Jamur :
Candida albicans
Ektoparasit :
Phtirus pubis, Sarcoptes scabei
Beberapa faktor resiko teratas yang berpengaruh pada peluang Anda terkena PMS.
1. Seks tanpa pelindung
2. Berganti-ganti pasangan
3. Mulai aktif secara seksual pada usia dini
4. Pengggunaan alkohol
5. Penyalahgunaan obat
6. Seks untuk uang/obat
7. Hidup di masyarakat yang prevalensi PMS-nya tinggi
8. Monogami serial.
9. Sudah terkena suatu PMS
Gonorea (GO)
Epidemiologi : Disebabkan oleh kuman neisseria gonorrhea. Menyerang laki-laki maupun perempuan, terutama kelompok dewasa muda di seluruh dunia. Pasien yang tidak diobati selama berbulan-bulan bisa menulari orang lain. Umumnya orang yang terkena Gonore juga terkena Klamidia secara bersamaan.
Klinis :
. Ada masa tenggang (masa inkubasi) selama 2 -10 hari setelah kuman masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seks. Tanda-tanda penyakitnya adalah nyeri, merah
bengkak dan bernanah. Gejala pada laki-laki adalah rasa sakit pada saat kencing, keluarnya nanah kental kuning kehijauan, ujung penis tampak merah dan agak bengkak. Pada perempuan, 60% kasus tidak menunjukkan gejala. Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan. Akibat penyakit GO, pada laki-laki dan perempuan, seringkali berupa kemandulan. Pada perempuan bisa juga terjadi radang panggul, dan dapat diturunkan kepada bayi yang baru lahir berupa infeksi pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
Herpes Genital
Epidemiologi : Umumnya disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Antibodi tipe 2 ini ditemukan 20-90 persen pada orang dewasa. Keluasan herpes sangat berhubungan dengan usia pertama kali bersenggama serta jumlah pasangan seks selama hidup. Infeksi pertama biasanya terjadi pada masa remaja atau segera setelah dimulainya kegiatan seks. Pengulangan infeksi adalah hal yang biasa. Melahirkan lewat vagina pada perempuan hamil dengan infeksi aktif di kemaluan (terutama yang primer), memiliki risiko tinggi menyebabkan infeksi yang parah pada anak yang baru dilahirkan tersebut.
Masa Tunas : 2-30 hari sesudah bersenggama
Gejala Umum : Badan lemas, nyeri sendi pada daerah terinfeksi, demam. Gejala lain yang umum adalah bintil-bintil kecil berisi cairan yang terasa sakit, di alat kelamin/dubur atau mulut.
Gejala Khusus : Bintil-bintil akan timbul selama 1-3 minggu, dan kemudian menghilang. Beberapa waktu kemudian bintil-bintil akan muncul dan hilang secara berulang. Sebelum bintil-bintil muncul alat kelamin akan terasa gatal atau panas. Pada waktu bintil-bintil tersebut muncul maka kemungkinan besar orang tersebut mengalami gejala seperti flu.
Walaupun infeksi herpes di kemaluan tidak bisa diobati, perkembangan klinisnya bisa dikurangi dengan pengobatan. Penanganan stress dan dan gizi juga telah dibuktikan sebagai hal yang penting dalam usaha mengurangi dampak herpes di kemaluan, dan kemungkinan muncul kembali.
Sifilis (Raja Singa)
Epidemiologi : Disebabkan oleh Treponema palladium, yaitu sebuah bakteri yang berbentuk spiral atau disebut dengan spirochete. Menyerang usia 20-35 tahun, lebih lazim di perkotaan. Dilaporkan bahwa jumlah kasus Sifilis meningkat di Negara industry dihubungkan dengan penggunaan Narkoba dan pelacuran.
Data yang dilansir Departemen Kesehatan menunjukkan penderita sifilis mencapai 5.000 – 10.000 kasus per tahun.
Sementara di Cina, laporan menunjukkan jumlah kasus yang dilaporkan naik dari 0,2 per 100.000 jiwa pada tahun 1993 menjadi 5,7 kasus per 100.000 jiwa pada tahun 2005.
Di Amerika Serikat, dilaporkan sekitar 36.000 kasus sifilis tiap tahunnya, dan angka sebenarnya diperkiran lebih tinggi. Sekitar tiga per lima kasus terjadi kepada lelaki.
Penularan terjadi melalui kontak langsung antara luka di kulit yang bernanah atau membengkak dengan selaput lendir atau dengan cairan tubuh seperti air mani, darah, dan cairan vagina selama melakukan senggama. Sedangkan, untuk penularan melalui oral seks dapat terjadi jika pada mulut orang yang berkontak dengan genitalia terdapat sobekan luka sehingga virus dan bakteri dapat masuk ke dalamnya.
Transfusi darah pada donor yang berada dalam tahap awal infeksi Sifilis dapat menyebabkan penularan. Selain itu ibu yang hamil dan terinfeksi Sifilis pun dapat menulari bayi yang dikandungnya. Hal tersebut merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian bayi saat dilahirkan di daerah endermis.
Kuman penyebabnya disebut Treponema pallidum
. Masa tanpa gejala berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini.Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.
Klamidia
Epidemiologi : Penyakit kelamin Klamidia 35% hingga 50% diperkirakan disebabkan oleh chlamydia trachomatis. Penularan terjadi lewat senggama. Sama halnya dengan Gonore, penyakit ini bisa menyerang laki-laki dan perempuan semua usia, terutama dewasa muda.
Masa Tunas : 1 – 5 minggu
Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia trachomatis
Gejalanya adalah timbul peradangan pada alat reproduksi laki-laki dan perempuan.Pada perempuan, gejalanya bisa berupa :
Keluarnya cairan dari alat kelamin atau sering disebut keputihan encer berwarna kuning kecoklatan.
Rasa nyeri di rongga pinggul.
Pendarahan setelah hubungan seksual.Sedangkan pada laki-laki, gejalanya bisa berupa :
Keluar cairan bening dari saluran kencing.
Rasa nyeri saat kencing.
Infeksi lebih lanjut dapat menyebabkan banyak cairan keluar dan bercampur nanah.Tidak jarang pula, gejala tidak muncul sama sekali, padahal proses infeksi sedang berlangsung. Oleh karena itu penderita tidak sadar sedang menjadi pembawa PMS dan menularkannya kepada pasangannya melalui hubungan seksual.Akibat terkena Klamidia pada perempuan adalah cacatnya saluran telur dan kemandulan, radang saluran kencing, robeknya saluran ketuban sehingga terjadi kelahiran bayi sebelum waktunya (prematur). Sementara pada laki-laki akibatnya adalah rusaknya saluran air mani dan mengakibatkan kemandulan, serta radang saluran kencing. Pada bayi, 60% - 70% terkena penyakit mata atau saluran pernafasan (pneumonia).
Trikomoniasis Vaginalis
Trikomoniasis adalah PMS yang disebabkan oleh parasit
Trichomonas vaginalis
Epidemiologi : Infeksi ini disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis. Terjadi di seluruh dunia, terutama pada perempuan berusia 16-35 tahun.
. Gejala dan tanda-tandanya adalah:
Keluar cairan vagina berwarna encer dan baunya busuk.
Vulva agak bengkak, gatal, dan tidak nyaman.
Nyeri saat kencing.
Kandidadis Vagina
Kandidiasis vagina merupakan keputihan yang disebabkan oleh jamur
Candidas albicans
. Pada keadaan normal, jamur ini terdapat di kulit maupun di dalam liang kemaluan perempuan. Tetapi pada keadaan tertentu, jamur ini meluas dan berreplikasi secara tak terkendali sedemikian rupa sehingga mengakibatkan infeksi dan terjadi keputihan.Gejalanya berupa keputihan berwarna putih seperti susu, bergumpal, disertai rasa gatal panas dan kemerahan pada kelamin dan di sekitarnya.Penyakit ini tidak selalu tergolong PMS, tetapi pasangan seksual dari perempuan yang terinfeksi jamur ini dapat mengeluh gatal dengan gejala bintik-bintik kemerahan di kulit kelamin.
Kutil Kelamin
Epidemiologi : Infeksi ini disebabkan oleh virus papilloma pada manusia. Kutil-kutil ini ditemukan di daerah kemaluan dan/atau di sekitar dubur.
Seperti halnya jenis IMS lainnya, infeksi ini dihubungkan dengan meningkatnya resiko infeksi HIV.
Penyebab : Human papilloma virus (HPV) dengan gejala yang khas yaitu terdapat satu atau beberapa kutil di sekitar kemaluan.Pada perempuan, dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampai dubur, selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim. Bila perempuan hamil, kutil dapat tumbuh sampai besar sekali. Kutil kelamin kadang-kadang bisa mengakibatkan kanker leher rahim atau kanker kulit di sekitar kelamin.Pada laki-laki mengenai alat kelamin dan saluran kencing bagian dalam. Kadang-kadang kutil tidak terlihat sehingga tidak disadari. Biasanya laki-laki baru menyadari setelah ia menulari pasangannya.Sampai sekarang belum ada obat yang dapat secara tuntas menyembuhkan kutil kelamin. Pengobatan hanya sampai pada tahap menghilangkan kutilnya saja
Limfogrannuloma venerum
Epidemiologi : Disebabkan oleh jenis Chlamydia trachomatis yang berbeda dari jenis yang menyebabkan peradangan saluran kencing dan leher rahim. Terjadi di seluruh dunia tapi lebih umum terjadi di daerah tropis dan sub-tropis. Tidak didiagnosis pada perempuan. Namun demikian, hal ini mungkin disebabkan oleh tingginya tingkat infeksi tanpa gejala pada perempuan.
Masa Tunas : 5-30 hari setelah penularan pertama
Gejala Umum : luka kecil yang tidak sakit di daerah kemaluan yang biasanya tidak diperhatikan.
Gejala Khusus : luka kecil yang tidak sakit itu diikuti oleh pembengkakan yang menyakitkan dan parah dari kelenjar dan jaringan-jaringan di sekitarnya.
Granuloma inguinale :
Epidemiologi : Infeksi diperkirakan disebabkan oleh Donovania granulomatis. Infeksi ini biasanya jarang terjadi di Negara-negara industri, tetapi menjadi endemik di Negara tropis dan sub-tropis (terutama di India bagian selatan, Papua Nugini, Afrika tengah, timur dan selatan, Negara-negara Karibia, Amerika selatan, dan Australia tengah dan utara).
Gejala Umum : luka kecil di kulit di bagian kemaluan
Gejala Khusus : luka yang umumnya terjadi tersebut kemudian menyebar dan membentuk sebuah massa granulomatous (benjolan-benjolan kecil) yang bisa menyebabkan kerusakan berat pada organ-organ kemaluan. Infeksi ini biasanya kebal terhadap pengobatan.
Cankroid (Ulkus mole)
Epidemiologi : Disebabkan oleh sebuah bakteri bernama Haemophilus ducreyi. Lebih sering terjadi pada laki-laki. Sangat lazim terjadi di daerah tropis dan sub-tropis di dunia. Luka Cankroid sangat menular.
Masa Tunas: 1-5 hari setelah tertular
Gejala Umum : ditandai dengan pembengkakan yang sakit dari kelenjar setempat
Gejala Khusus : ditandai dengan luka yang bernanah atau memborok yang akut dan sakit di bagian kelamin, biasanya satu luka dan diameternya berukuran kurang dari 1 cm. Pada perempuan umumnya Cankroid terjadi tanpa gejala.
CARA MENCEGAH IMS
A: Abstince yaitu menghindari hubungan seksual dengan pasangan yang terkena IMS. Disarankan tidak melakukan hubungan seks dengan pasangan yang sedang menjalani penyembuhan IMS
B: Be faithful, setialah pada pasangannya,
C: Condom yang merupakan anjuran untuk memakai kondom pada hubungan seksual berisiko.
Selain itu pula, diharapkan untuk:
* Mencegah masuknya darah yang belum diperiksa kebersihannya
* Berhati-hati dalam menangani segala hal yang tercemar darah segar
* Mencegah pemakaian alat tembus kulit, seperti jarum suntik tidak steril, alat tato yang bergantian, alat tindik, dan alat tajam lainnya yang biasa dipakai bergantian dan menembus kulit.
* Bersihkan alat reproduksi, sehingga dapat meminimalisir penularan dan infeksi lainnya akibat kotoran pada alat reporduksi.
APABILA MENDERITA IMS
Apabila terdapat gejala-gejala (seperti tertera pada jenis-jenis IMS dibawah) yang dirasakan dan mengarah pada infeksi IMS, Anda dianjurkan untuk:
1. Konsultasi ke dokter. IMS harus segera diobati sebelum menulari orang lain dan sebelum menjalar ke stadium selanjutnya. Jangan diobati sendiri, beberapa orang masih mengkonsumsi antibiotik secara rutin untuk menghindari IMS, padahal minum antibiotik secara rutin tidak dapat menyembuhkan IMS, tetapi malah membuat kuman penyebab IMS kebal terhadap metode pengobatan yang diberikan.
2. Tidak melakukan hubungan seks selama pengobatan IMS
3. Jawab pertanyaan dokter dengan jujur sehingga dokter dapat menentukan obat yang tepat sesuai dengan jenis IMS yang diderita
Sabtu, 04 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar