Rabu, 25 Maret 2009

ABORSI


Definisi
Aborsi adalah penghentian kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) sebelum janin berusia 20 minggu dengan berat janin kuranng dari 500 gram atau sebelum janin dapat hidup diluar kandungan
Epidemiologi
Jumlah kasus aborsi di Indonesia ternyata sangat tinggi, 2,5 juta pertahun. Menurut penelitian WHO, 20-60 persen dilakukan secara sengaja (induced abortion)
Artinya dalam setiap jam terjadi sekitar 300 tindakan pengguguran janin tidak aman yang beresiko menyebabkan kematian ibu
Kasus aborsi di perkotaan dilakukan secara diam-diam oleh tenaga kesehatan (70%), sedangkan di pedesaan dilakukan oleh dukun (84%). Klien aborsi terbanyak berada pada kisaran usia 20-29 tahun.
Frekuensi aborsi sulit dihitung akurat. Karena, aborsi buatan sering tanpa dilaporkan kecuali terjadi komplikasi sehingga perlu dirawat di rumah sakit.

Tetapi, BKKBN memperkirakan ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi setiap tahun.
- Hanya 1% kasus aborsi karena perkosaan
- 3% karena membahayakan nyawa calon ibu
- Dan 3% karena janin akan bertumbuh dengan cacat tubuh serius.
- Sedangkan 93% kasus aborsi adalah karena alasan-alasan sifatnya untuk kepentingan diri sendiri
Estimasi nasional menyatakan setiap tahun terjadi 2 juta kasus aborsi di Indonesia. 
Ini artinya terdapat 43 kasus aborsi per 100 kelahiran hidup (menurut hasil sensus penduduk tahun 2000, terdapat 53.783.717 perempuan usia 15-49 tahun)  atau 37 kasus aborsi per tahun per 1.000 perempuan usia 15-49 tahun (berdasarkan Crude Birth Rate (CBR) sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup) (Utomo, 2001).
Sebuah studi yang dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan di Indonesia mengestimasikan 25-60% kejadian aborsi adalah aborsi disengaja (induced abortion) (WHO, 1998).
Sebuah penelitian yang dilakukan di 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia ditemukan bahwa insiden aborsi lebih tinggi di perkotaan dibandingkan di pedesaan.  Setiap tahun lebih dari 2 juta kasus aborsi terjadi, lebih dari 1 juta kasus (53%) terjadi di perkotaan, di mana angka ini hanya mewakili 42% dari total keseluruhan.
Di daerah perkotaan, 73% kasus-kasus aborsi dilakukan oleh ahli kebidanan, bidan, rumah bersalin dan klinik keluarga berencana (KB), sedangkan dukun hanya menangani 15% kasus aborsi. 
Di daerah pedesaan, dukun mempunyai peran yang dominan dalam memberikan pelayanan aborsi, kasus yang ditangani mencapai 84%. 
Klien terbanyak berada pada kisaran usia 20-29 tahun baik di perkotaan (45,4%) maupun di pedesaan (51,5%).
Penggolongan abortus
Abortus habitualis :
- Abortus > 3x berturut-turut
- Angka kejadian 0,4% dr semua kehamilan
- Kehamilan dpt terjadi tetapi tdk berlangsung lama
- Biasanya tjd pd trimester I kadang pada kehamilan yg lebih tua
Penyebab :
- 40% tdk diketahui
- Yg diketahui dibagi atas 3 golongan :
- Kelainan pada zygote
- Gangguan fungsi endometrium (hormonal, nutrisi, infeksi, imunologik, psikologis)
- Kelainan anatomis uterus
Jenis abortus menurut terjadinya
- Abortus spontanea (abortus yang berlangsung tanpa tindakan)
- Abortus imminens : Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.
- Abortus insipiens : Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus.
- Abortus provokatus (abortus yang sengaja dibuat) Menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu.
Pada umumnya dianggap bayi belum dapat hidup diluar kandungan apabila kehamilan belum mencapai umur 28 minggu, atau berat badan bayi belum 1000 gram, walaupun terdapat kasus bahwa bayi dibawah 1000 gram dapat terus hidup.
Macam abortus provokatus Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus
1. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya (yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan) sesuai dengan tanggung jawab profesi.
2. Harus meminta pertimbangan tim ahli (ahli medis lain, agama, hukum, psikologi).
3. Harus ada persetujuan tertulis dari penderita atau suaminya atau keluarga terdekat.
4. Dilakukan di sarana kesehatan yang memiliki tenaga/peralatan yang memadai, yang ditunjuk oleh pemerintah.
Abortus Provokatus Kriminalis
Aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu.

Pengaturan oleh pemerintah
Aborsi menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana adalah tindakan kriminal di Indonesia. Pasal-pasal KUHP yang mengatur hal ini adalah pasal 229, 341, 342, 343, 346, 347, 348, dan 349.
Menurut KUHP,
Aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadium perkembangannya sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai (38-40 minggu).
Dari segi medikolegal maka istilah abortus, keguguran, dan kelahiran prematur mempunyai arti yang sama dan menunjukkan pengeluaran janin sebelum usia kehamilan yang cukup.
Penanganan :
- Periksa keadaan umum
- Periksa suami isteri (rhesus, sifilis, tiroid, sperma)
- Periksa apa ada kelainan anatomik
- Penanganan abortus pada umumnya
- Pasien di rujuk ke sarana kesehatan yang memadai sesuai kondisi pasien

( Disarikan dari berbagai tulisan)

TUGAS :
Carilah pasal-pasal yang berkaitan dengan aborsi baik yang ada dalam KUHP dan atau Undang-Undang Kesehatan atau UU lainnya yang berkesesuaian.
Tugas dikirim lewat email : ra_katili@yahoo.com

Minggu, 08 Maret 2009

INFERTILITAS

Fertilitas adalah kemampuan seorang isteri untuk menjadi hamil dan melahirkan anak hidup oleh suami yang mampu menghamilkannya
Riwayat fertilitas sebelumnya tidak menjamin fertilitas dikemudian hari
Infertilitas adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk mencapai kehamilan setelah selama 1 tahun melaksanakan hubungan seksual secara teratur dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.
Kemandulan : (sterilitas) adalah perempuan yg rahimnya telah diangkat atau pada pria telah di kastrasi
Diperkirakan 10-20% pasangan mengalami kemandulan. (12%, Hanifa W) kira2 3 juta pasangan di Indonesia
Ilmu Kedokteran baru bisa menolong 50% bisa hamil sedang sisanya melakukan adopsi, poligami atau cerai
Merupakan hal yang penting untuk tidak menunda kehamilan lebih dari 1 tahun;
Kemungkinan hamil pada pasangan yang sehat dan keduanya berusia dibawah 30 tahun serta melakukan hubungan seksual secara teratur adalah hanya sebesar 25-30%.
Puncak kesuburan seorang wanita adalah pada usia 20 tahunan; jika usia wanita diatas 30 tahun (terutama diatas 35 tahun), maka kemungkinan hamil adalah sebesar kurang dari 10%/bulan
Hasil Penyelidikan :
32,7% bisa hamil pd bulan pertama
57% hamil dalam 3 bulan
72,1% hamil dalam 6 bulan
85% hamil dalam 12 bulan
93,4% hamil dalam 24 bulan
Lebih dari itu kemungkinan kehamilan menjadi menurun
Kemandulan primer
Jika pasangan suami istri sama sekali belum pernah memiliki anak.
Kemandulan sekunder.
Jika sebelumnya pasangan suami istri pernah memiliki anak (minimal 1 kali kehamilan), tetapi kehamilan berikutnya belum berhasil dicapai
PENYEBAB
Sekitar 30-40% kasus disebabkan oleh faktor pria, seperti:
Masalah pada sperma Pada pria dewasa, sperma dibuat terus menerus di dalam testis (buah zakar). Proses pembuatan sperma disebut spermatogenesis. Sel yang belum terspesialisasi memerlukan waktu sekitar 72-74 hari untuk berkembang menjadi sel sperma yang matang.
Dari testis kiri dan kanan, sperma bergerak ke dalam epididimis sampai saat terjadinya ejakulasi.
Dari epididimis, sperma bergerak ke vas deferens dan duktus ejakulatorius
Di dalam duktus ejakulatorius, cairan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis ditambahkan pada sperma dan membentuk semen
Kesuburan seorang pria ditentukan oleh kemampuannya untuk mengantarkan sejumlah sperma yang normal ke dalam vagina wanita. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses tersebut sehingga bisa terjadi kemandulan:
Panas yang berlebihan bisa menyebabkan
berkurangnya jumlah sperma,
berkurangnya pergerakan sperma dan
meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen.
Pembentukan sperma yang paling efsisien adalah pada suhu 33,5° (lebih rendah dari suhu tubuh).
Marijuana atau obat-obatan (misalnya simetidin, spironolakton dan nitrofurantoin). menyebabkan sperma berkurang
Penyakit serius pada testis atau (orchitis
Penyumbatan atau tidak adanya vas deferens (kiri dan kanan) bisa menyebabkan azospermia (tidak terbentuk sperma sama sekali.
Varikokel : varises (pelebaran vena) di dalam skrotum 90% laju sperma kjd lambat, menghalangi pengaliran darah dari testis dan mengurangi laju pembentukan sperma.
Ejakulasi retrograd terjadi jika semen mengalir melawan arusnya, yaitu semen mengalir ke dalam kandung kemih dan bukan ke penis. (post operasi prostat, diabetes, syaraf)
PENYEBAB LAIN
Impotensi
Kekurangan hormon
Polusi lingkungan.
Pembentukan jaringan parut akibat penyakit menular seksual.
KELAINAN PADA WANITA (40-50%} :
Jaringan parut akibat penyakit menular seksual atau endometriosis.
Kelainan lendir servikal (lendir reher rahim). Selama fase folikuler, terjadi peningkatan hormon estradiol sehingga lendir lebih jernih dan elastis dan bisa ditembus oleh sperma.
Kelainan sistem pengangkutan dari leher rahim ke tuba falopii (saluran telur).
Kelainan pada tuba falopii. Bisa terjadi kelainan struktur maupun fungsi tuba falopii. Penyebab yang utama adalah: - Infeksi - Endometriosis - Pengikatan tuba pada tindakan sterilisasi
Selain faktor yang berhubungan dengan usia, resiko kemandulan juga meningkat pada:
Berganti-ganti pasangan seksual (karena meningkatkan resiko terjadi penyakit menular seksual)
Pernah menderita penyakit peradangan panggul (setelah menderita penyakit ini, 10-15% wanita menjadi mandul)
Pernah menderita orkitis atau epididimitis (pria)
Parotitis (pria)
Varikokel (pria)
Pemaparan DES (dietil stilbestrol) (pria maupun wanita)
Siklus menstruasi anovulatoir
Endometriosis
Kelainan pada rahim (mioma) atau penyumbatan leher rahim
Penyakit menahun (misalnya diabetes).
GEJALA :
Tidak kunjung hamil
Reaksi emosional (baik pada istri, suami maupun keduanya) karena tidak memiliki anak.
Kemandulan sendiri tidak menyebabkan penyakit fisik, tetapi dampak psikisnya pada suami, istri maupun keduanya bisa sangat berat. Pasangan tersebut mungkin akan menghadapi masalah pernikahan (termasuk perceraian), depresi dan kecemasan.
DIAGNOSA
Dilakukan pemeriksaan fisik dan pengumpulan riwayat kesehatan dari suami dan istri. Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
Analisa semen untuk menilai volume dan kekentalan semen serta menilai jumlah, pergerakan, kecepatan pergerakan dan bentuk sperma. 2-3 hari sebelum menjalani pemeriksaan ini, suami tidak boleh melakukan ejakulasi.
Pengukuran suhu tubuh basal. Setiap pagi, sebelum beranjak dari tempat tidur, dilakukan pengukuran suhu tubuh wanita, jika terjadi peningkatan sebesar 0,5-1° Celsius
Memperhatikan perubhan pada lendir servikal. Pada fase ovulatoir, lendir menjadi basah, elastis dan licin.
Postcoital test (PCT). PCT dilakukan untuk menilai interaksi antara sperma dan lendir servikal dengan cara menganalisa lendir servikal yang dikumpulkan dalam waktu 2-8 jam setelah melakukan hubungan seksual.
Kadar progesteron serum.
Biopsi endometrium
Biopsi testis (jarang dilakukan)
Kadar LH (luteinizing hormon) untuk memperkirakan saat ovulasi dan membantu menentukan waktu untuk melakukan hubungan seksual.
Progestin challenge
Kadar hormon pada suami dan istri.
Histerosalpingografi (HSG) untuk menilai sistem transport dari serviks melalui rahim sampai ke tuba falopii.
Histeroskopi.
Laparoskopi untuk melihat rongga panggul.
Pemeriksaan panggul (pada wanita) untuk menentukan adanya kista atau tidak.
PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.
Sekitar 75-80% wanita yang mendapatkan clomifene akan mengalami ovulasi, tetapi hanya 40-50% yang berhasil hamil. Sekitar 5% kehamilan adalah kehamilan ganda (terutama kembar 2)
Jika penyebabnya adalah kelainan pada lendir servikal, maka bisa dilakukan inseminasi intrauterin, yaitu memasukkan semen langsung ke dalam rahim sehingga tidak perlu melewati lendir. Atau diberikan obat untuk mengencerkan lendir (misalnya guaifenesin).
Setelah semua pengobatan lain gagal menghasilkan kehamilan, maka lebih banyak pasangan mandul yang beralih ke fertilisasi in vitro (bayi tabung). Prosedur ini terdiri dari perangsangan ovarium, pemulihan pelepasan sel telur, pembuahan sel telur, penumbuhan embrio di laboratorium kemudian penanaman embrio pada rahim wanita.
Sekitar 85-90% kasus, kemungkinan penyebabnya bisa diketahui. Pengobatan yang tepat (tidak termasuk teknik modern seperti fertilisasi in vitro) memungkinkan terjadinya kehamilan pada 50-60% pasangan yang sebelumnya didiagnosis mengalami kemandulan. Tanpa pengobatan, 15-20% kasus pada akhirnya akan mengalami kehamilan.
PENCEGAHAN
Kemandulan seringkali disebabkan oleh penyakit menular seksual (gonore dan klamidia)
Peradangan menyebabkan pembentukan jaringan parut pada tuba falopii lalu terjadi penurunan kesuburan, kemandulan absolut atau kehamilan di luar kandungan.
Immunisasi gondongan telah terbukti mampu mencegah gondongan dan komplikasinya pada pria (orkitis). Kemandulan akibat gondongan bisa dicegah dengan menjalani immunisasi gondongan. Beberapa jenis alat kontrasepsi memiliki resiko kemandulan yang lebih tinggi (misalnya IUD). IUD tidak dianjurkan untuk dipakai pada wanita yang belum pernah memiliki anak.

Kamis, 05 Maret 2009

Masa Kehidupan Wanita

SIKLUS KEHIDUPAN WANITA

Prakonsepsi
Fertilisasi dan Implantasi
Embrio 1 - 10 minggu intrauterin
Fetus 11- 40 minggu intrauterin
KELAHIRAN
Neonatus 0 - 1 bulan
Bayi 1 - 12 bulan
Batita 1 - 3 tahun
Balita 1 - 5 tahun
Anak 5 - 12-15 tahun (menarche)
PUBERTAS (Menarche) 12-15 tahun
Remaja (Adolesen) s/d 20 tahun
Maturitas
MASA REPRODUKSI 20-50 tahun
Klimakterium (Menopause) 45-55 tahun
Pasca Menopause 50-65 tahun
Senium 65 tahun ke atas

Masa embrio sampai fetus disebut masa prenatal / prakelahiran.
Masa neonatus sampai anak disebut juga masa prapubertas.

MASA BAYI :
Lahir sempurna  genitalia interna sempurna
Jml follikel primordial 750.000 butir
Ada pengaruh estrogen ibu (uterus lebih besar, payudara mbengkak kdg air susu
Kadang dpt timbul perdarahan pervaginam
Labia mayora menutupi labia minora kec yg lhr prematur.
Masa Pubertas
Masa peralihan kanak  dewasa
Tidak ada batas tajam
Dimulai dr awal berfungsinya ovarium  berfungsinya mantap dan teratur
Tanda- tanda :
Timbulnya ciri kelamin sekunder
Berakhir saat sdh ada kemampuan reproduksi
Mulai kira-kira umur 8-14 tahun berlangsung k/l selama 4 tahun
Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks.
Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas.
Namun sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja;
Studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50 persen remaja di bawah usia 15 dan 75 persen di bawah usia 19 melaporkan telah melakukan hubungan seks.
Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh).
Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara cewek dan cowok
Hormon seks yang mempengaruhi wanita adalah estrogen dan progesteron yang diproduksi di ovarium,
Hormon laki-laki diproduksi oleh testis dan dinamakan testosteron.
Hormon-hormon tersebut ada di dalam darah dan mempengaruhi alat-alat dalam tubuh kita sehingga terjadilah beberapa pertumbuhan
Perubahan yg terjadi :
Pertumbuhan badan yg cepat
Ciri kelamin sekunder
Perubahan psikis
Pubertas yang terlalu dini (pubertas prekoks).
Pubertas prekoks bisa terjadi akibat obat-obatan, kelainan otak, kadar hormon tiroid yang rendah atau tumor pada kelenjar adrenal maupun tumor ovarium.
MASA REPRODUKSI
Merupakan masa terpenting bg wanita
Berlangsung kira-kira 33 tahun
Terjadi ovulasi kira-kira 450 kali
Lama menstruasi selama ini 1800 hari
Berakhir sampai masa menopause
Klimakterium dan menopause
Klimkaterium (tangga –yunani) masa peralihan antara masa reproduksi dan menopause
Menopause (haid terakhir) didahului masa premenopause dan sesudah menopause pascamenopause
Senium adalah sesudah menopause, terjadi keseimbangan baru, tdk ada lagi gangguan psikis

INTRODUKSI ANATOMI & FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI

ALAT REPRODUKSI WANITA

Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul.
Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi
Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.
Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus - hipothalamus - hipofisis - adrenal - ovarium.
Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.
GENITALIA EKSTERNA

Vulva
Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.

Mons pubis / mons veneris
Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis.
Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis.

Labia mayora
Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena.
Homolog embriologik dengan skrotum pada pria.
Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora.
Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior).

Labia minora
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.

Clitoris
Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina.
Homolog embriologik dengan penis pada pria.
Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif.

Vestibulum
Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital.
Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.

Introitus / orificium vagina
Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan.
Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous.
Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para.
Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.

Vagina
Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid.
Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).
Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri.
Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.

Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).
Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina.
Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur

GENITALIA INTERNA

Uterus
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa).
Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus.
Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan.
Terdiri dari corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri.

Serviks uteri
Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.

Corpus uteri
Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria.
Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita (gambar).

Ligamenta penyangga uterus
Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina.

Vaskularisasi uterus
Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis.
Salping / Tuba Falopii
Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri.
Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia.
Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria, dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar).

Pars isthmica (proksimal/isthmus)
Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet.
Pars ampularis (medial/ampula)
Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.
Pars infundibulum (distal)
Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi "menangkap" ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.

Mesosalping
Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).
Ovarium
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula.
Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae "menangkap" ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi.
Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.
Ovarium
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula.
Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae "menangkap" ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi.
Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.
Payudara
Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Terdiri dari massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin memproduksi air susu. Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara di daerah papila / puting. Fungsi utama payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin pascapersalinan.
Kulit daerah payudara sensitif terhadap rangsang, termasuk sebagai sexually responsive organ.

Kulit
Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan responsif secara seksual, misalnya kulit di daerah bokong dan lipat paha dalam.
Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang berfungsi sebagai ‘parfum’ daya tarik seksual (androstenol dan androstenon dibuat di kulit, kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). Pheromone ditemukan juga di dalam urine, plasma, keringat dan liur.
POROS HORMONAL SISTEM REPRODUKSI

Badan pineal
Suatu kelenjar kecil, panjang sekitar 6-8 mm, merupakan suatu penonjolan dari bagian posterior ventrikel III di garis tengah. Terletak di tengah antara 2 hemisfer otak, di depan serebelum pada daerah posterodorsal diensefalon. Memiliki hubungan dengan hipotalamus melalui suatu batang penghubung yang pendek berisi serabut-serabut saraf.
Menurut kepercayaan kuno, dipercaya sebagai "tempat roh".
Hormon melatonin : mengatur sirkuit foto-neuro-endokrin reproduksi. Tampaknya melatonin menghambat produksi GnRH dari hipotalamus, sehingga menghambat juga sekresi gonadotropin dari hipofisis dan memicu aktifasi pertumbuhan dan sekresi hormon dari gonad. Diduga mekanisme ini yang menentukan pemicu / onset mulainya fase pubertas.
Hipotalamus
Kumpulan nukleus pada daerah di dasar otak, di atas hipofisis, di bawah talamus.
Tiap inti merupakan satu berkas badan saraf yang berlanjut ke hipofisis sebgai hipofisis posterior (neurohipofisis).
Menghasilkan hormon-hormon pelepas : GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), TRH (Thyrotropin Releasing Hormone), CRH (Corticotropin Releasing Hormone) , GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone), PRF (Prolactin Releasing Factor). Menghasilkan juga hormon-hormon penghambat : PIF (Prolactin Inhibiting Factor).

Pituitari / hipofisis
Terletak di dalam sella turcica tulang sphenoid.
Menghasilkan hormon-hormon gonadotropin yang bekerja pada kelenjar reproduksi, yaitu perangsang pertumbuhan dan pematangan folikel (FSH - Follicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (LH - luteinizing hormone).
Selain hormon-hormon gonadotropin, hipofisis menghasilkan juga hormon-hormon metabolisme, pertumbuhan, dan lain-lain. (detail2, cari / baca sendiri yaaa…)

Ovarium
Berfungsi gametogenesis / oogenesis, dalam pematangan dan pengeluaran sel telur (ovum).
Selain itu juga berfungsi steroidogenesis, menghasilkan estrogen (dari teka interna folikel) dan progesteron (dari korpus luteum), atas kendali dari hormon-hormon gonadotropin.

Endometrium
Lapisan dalam dinding kavum uteri, berfungsi sebagai bakal tempat implantasi hasil konsepsi.
Selama siklus haid, jaringan endometrium berproliferasi, menebal dan mengadakan sekresi, kemudian jika tidak ada pembuahan / implantasi, endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah / jaringan haid.
Jika ada pembuahan / implantasi, endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi.
Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium.
HORMON-HORMON REPRODUKSI

GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)
Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).
Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.
LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.
Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat.
(Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).

Estrogen
Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis.
Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta.
Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.
Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.
Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.
Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.
Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara.
Juga mengatur distribusi lemak tubuh.
Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.

Progesteron
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta.
Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.

HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).
Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.
Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).

LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.
Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen).
Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan.
Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea.

(Kuliah Obstetri Ginekologi
Prof. dr. Abdul Bari Saifuddin / dr. Biran Affandi / dr. J.M. Seno Adjie
Tulisan tentang Penyakit Hubungan Seksual / Kuliah Kulit dan Kelamin
dr. Sjaiful Fahmi Daili, dikutip dari CAKUL OBGIN PLUS FKUI, www.geocities.com)

Selasa, 03 Maret 2009

INTRODUKSI KESEHATAN REPRODUKSI

Definisi Kesehatan Reproduksi
Keadaan sehat menyeluruh, meliputi aspek fisik, mental & sosial, bukan sekedar tdk ada penyakit/gangguan di segala hal yg berkaitan dgn sistem reproduksi, fungsinya dan proses reproduksi itu sendiri.
Dengan demikian: Kesehatan reproduksi menyiratkan bhw setiap org dapat:
- Menikmati kehidupan seks yg aman dan menyenangkan
- Memiliki kemampuan bereproduksi
- Memiliki kebebasan menetapkan
Prasyarat fungsi reproduksi :
- Sehat (fisik, mental, sosial):
- Tdk ada kelainan anatomis & fisiologis
- Rongga pinggul cukup(perempuan)
- Testis baik (laki-laki)
- Kelenjar endokri (hormon) baik , dll
- Landasan psikis memadai perkembangan emosi baik (sejak bayi & anak-anak)
- Bebas dari kelainan/penyakit yg langsung/tdk langsung mengenai organ reproduksi: (infeksi menular seksual, gangguan hormonal, tumor,dampak pencemaran lingkungan)
- Perempuan hamil memerlukan jaminan u/ dpt melewati masa tsb dgn aman
Area permasalahan dlm kesehatan reproduksi:
A. Masalah Reproduksi:
Kesehatan, morbiditas & mortalitas perempuan yg berkaitan dgn kehamilan (gizi & anemia, komplikasi kehamilan, infertilitas)
Peranan sosbud thd reproduksi (pandangan masyarakat thd kesuburan & kemandulan, nilai anak, sikap masyarakat thd perempuan hamil)
Area permasalahan dlm kesehatan reproduksi:
Intervensi pemerintah/negara thd masalah reproduksi (program KB,per-UU-an)
Ketersediaan yankes reproduksi & KB, keterjangkauan secara ekonomi u/ kelompok perempuan & anak-anak
Kesehatan bayi & anak, terutama balita
Dampak pembangunan ekonomi, industrialisasi & perubahan lingkungan thd kespro
B. Masalah Gender & Seksualitas:
Pengaturan negara thd masalah seksualitas (ttg pornografi, pelacuran, pendidikan seksualitas)
Pengendalian sosbud thd masalah seksualitas, norma sosial ttg perilaku
seks, homoseks, poligami & perceraian
Seksualitas di kalangan remaja
Status dan peranan perempuan
Perlindungan thd perempuan pekerja
C. Masalah yg berkaitan dgn kehamilan yg tdk diinginkan:
Infanticide
Aborsi, terutama unsafe abortion
Dampak unwanted pregnancy thd kesehatan perempuan & keluarga
Dampak sosial ekonomi dr unwanted pregnancy & unsafe abortion
Kebijakan pemerintah dlm menghadapi hal tsb
D. Masalah Kekerasan & Perkosaan thPerempuan:
Kecenderungan penggunaan kekerasasecara sengaja thd perempuan,perkosaan & dampaknya thd korban
Norma sosial mengenai kekerasan dirumah tangga
Sikap masyarakat ttg kekerasan &perkosaan thd pelacur
Langkah-langkah u/ mengatasi masalah tsb
E. Masalah infeksi menularseksual (IMS):
IMS “lama” (sifilis, gonore) &“baru” (khlamidia, herpes)
HIV/AIDS , Dampak sos-ek dr IMS
Kebijakan & program pemerintah u/ mengatasi itu(termasuk yankes bagi PSK
Sikap masyarakat thd IMS
F. Masalah Pelacuran:
Demografi PSK atau pelacuran
Faktor pendorong pelacuran & sikap masyarakat thdnya
Dampaknya thd kespro(bagi pelacur sendiri, konsumen &keluarganya)
G. Masalah Teknologi:
Teknologi reproduksi dgn bantuan (inseminasi buatan & bayi tabung)
Gender fetal screening
Genetic screening
Keterjangkauan & kesamaan kesempatan
Etika & hukum yg berkaitan dgn masalah teknologi reproduksi
Unsur-unsur yg perlu diperhatikandlm masalah Kespro:
1. Bgmn menjaga agar lakilaki & perempuan akan mampu bereproduksi dlm keadaan sehat, dapat mempunyai anak sehat,mampu mengasuh anak anak secara bertanggungjawab, shg mereka pun kelak akan mampu menjalani tugas reproduksinya secara baik
2. Bgmn menjamin setiap org akan melewati masa reproduksinya secara aman, tanpa komplikasi (fisik,mental & sosial)
3. Bgmn menjamin setiap org mempunyai hak & kesempatan yg sama u/ mencapai semua itu

(Disarikan dari makalah KESEHATAN REPRODUKSI
Dr. JULIANDI HARAHAP
Bagian Kedokteran Komunitas Dan
Kedokteran Pencegahan
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, http://duniapsikologi.dagdigdug.com dan sumber lainnya)

Senin, 02 Maret 2009

PENGANTAR EPIDEMIOLOGI

PENDAHULUAN

Telah kita ketahui bersama bahwa untuk dapat memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan masyarakat perlu disediakan dan diselenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat (public health service) yang sebaik-baiknya.
Untuk dapat menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan tersebut, banyak hal yang perli diperhatikan. Salah satu di antaranya yang peranannya amat penting ialah pelayanankesehatan masyarakat yang dimaksud harus sesuai dengan kebutuhan (health needs) masyarakat.
Sekalipun terdapatnya kesesuaian yang seperti ini telah menjadi kesepakatan semua pihak, namun dalam praktek sehari-hari tidak mudah menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang dimaksud. Masalah pokok yang dihadapi ialah sulitnya merumuskan kebutuhan kesehatan yang terdapat di masyarakat. Sebagai akibat dari kehidupan masyarakat yang beraneka ragam, menyebabkan kebutuhan kesehatan yang ditemukan amat berbeda-beda.
Untuk mengatasinya, telah diperoleh semacam kesepakatan bahwa perumusan kebutuhan kesehatan dapat dilakukan jika diketahui masalah kesehatan yang ada dimasyarakat. Dengan kesepakatan yang seperti ini, diupayakan menemukan masalah kesehatan yang di masyarakat tersebut. Apabila dimasyarakat banyak ditemukan masalah kesehatan berupa penyakit menular misalnya, maka pelayanan kesehatan yang disediakan akan lebih diarahkan kepada kehendak untuk mengatasi masalah penyakit menular tersebut.
Demikianlah, berpedoman pada kesepakatan yang seperti ini, dilakukan berbagai upaya untuk menemukan serta merumuskan masalah kesehatan yang ada dimasyarakat. Upaya tersebut, terutama jika dikaitkan dengan kehendak untuk mengetahui frekwensi, penyebaran serta faktor-faktor yang mempengaruhi frekwensi dan penyebaran suatu masalah kesehatan di masyarakat tercakup dalam suatu cabang ilmu khusus yang disebut dengan nama Epidemiologi.

BATASAN

Jika ditinjau dari asal kata, epidemiologi berarti ilmu yang mempelajari tentang penduduk (Yunani: epi = pada atau tentang, demos = penduduk,logos = ilmu). Pada saat ini epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Dari batasan yang seperti ini, segera terlihat bahea dalam pengertian epidemiologi terdapat tiga hal yang besifat poko yakni:

1.Frekwensi masalah kesehatan.
Frekwensi yang dimaksudkan di sini menunjuk kepada besarnya masalah kesehatan dengan tepat ada dua hal pokok yang harus dilakukan yakni menemukan masalah kesehatan yang dimaksud untuk kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengukuran atas masalah kesehata yang ditemukan tersebut.
2.Penyebaran masalah kesehatan.
Yang dimaksud dengan penyebaran masalah kesehatan disini ialah menunjuk kepada pengelompokan masalah kesehatan menurut suatu keadaan tertentu. Keadaan tertentu yang dimaksudkan banyak macamnya, yang dalam epidemiologi dibedakan atas tiga macam yakni menrut ciri-ciri manusia (man), menurut tempat (place) dan menurut waktu (time).
3.Faktor-faktor yang mempengaruhi.
Yang dimaksud dengan faktor-faktor yang mempengaruhi di sini ialah menunjuk kepada faktor penyebab dari suatu masalah kesehatan, penyebaran dan ataupun yang menerangkan penyebab munculnya masalah kesehatan itu sendiri. Untuk ini ada tiga langkah pokok yang lazim dilakukan yakni merumuskan hipotesa tentang penyebab yang dimaksud, melakukan pengujian terhadap rumusan hipotesa yang telah disusun dan setelah itu menarik kesimpulan terhadapnya. Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan, dapatlah disusun langkah-langkah penanggulangan selanjutnya dari masalah kesehatan tersebut.

MACAM

Apabila batasan epidemiologi disimak secara mendalam, segera terlihat bahwa epidemiologi pada dasarnya dapat dibedakan atas dua macam yakni:

1.Epidemiologi diskriptif.

Disebut epidemiologi diskiptif apabila hanya mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran suatu masalah kesehatan saja, tanpa memandang perlu mencarikan jawaban terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi frekwensi, penyebaran dan atau munculnya masalah kesehatan.
Hasil dari pekerjaan epidemilogi diskriptif ini hanya menjawab pertanyaan siapa (who), dimana (where), dan apabila (when) dari timbulnya suatu masalah kesehatan, tetapi tidak menjawab pertanyaan kenapa (why) timbulnya masalah kesehatan tersebut.
Contoh
Ingin mengetahui frekwensi (banyaknya) penderita TBC Paru disuatu daerah. Untuk ini dikumpulkan data tentang penderita penyakit TBC Paru di Daerah tersebut.

2.Epidemiologi analitik.

Disebut epidemiologi analitik bila telah mencakup pencarian jawaban terhadap penyebab terjadinya frekwens, penyebaran serta munculnya suatu masalah kesehatan.
Contoh
Ingin mengetahui pengaruh rokok terhadap timbulnya penyakit kanker paru. Untuk ini dilakukan pertandingan antara kelompok orang yang merokok dengan orang yang tidak merokok,kemudian dilihat jumlah penderita penyakit kanker paru untuk masing-masing kelompok. Dari perbedaan yang ada dapat disimpulkan ada atau tidaknya pengaruh rokok terhadap penyakit kanker paru tersebut.

RUANG LINGKUP

1.Subjek dan objek epidemiologi adalah masalah kesehatan.
Pada tahap awal perkembangan epidemiologi, masalah kesehatan yang dimaksudkan hanyalah penyakit infeksi dan menular saja (infectious and commuicable). Adanya pembatasan yang seperti ini mudah dipahami, karena pada waktu itu pengetahuan tentang masalah kesehatan masih terbatas. Yang dimaksud dengan masalah kesehatan hanya penyakit saja, dan yang dimaksud dengan penyakit hanyalah penyakit infeksi dan menular saja. Pada waktu itu memang ada anggapan bahwa masalah kesehatan yang dapat berada dalam frekwensi yang tinggi dan menyebar secara meluas dimasyarakat hanyalah penyakit infeksi dan penyakit menular saja.
Pada tahap selanjutnya, pembatasan yang seperti ini mulai ditinggalkan. Dari berbagai penelitian akhirnya diketahui bahwa penyakit yang yang tidak bersifat infeksi dan atau menular dapat pula berada dalam frekwensi yang tinggi serta menyebar secara meluas dimasyarakat. Perkembangan yang seperti ini mendorong bertambah luasnya rung lingkup epidemiologi, yakni mulai pula mencakup penyekit-penyekit yang tidak bersifat infeksi dan menular tersebut. Dengan perkataan lain, sesuai dengan perkembangan yang seperti ini, epidemiologi tidak lagi membatasi diri hanya pada penyakit infeksi dan penyakit menular saja, tetapi telah mencakup pula berbagai macam penyakit yang ada dimasyarakat.

2.Masalah kesehatan yang dimaksud menunjuk kepada masalah kesehatan yang ditemukan pada sekelompok manusia.
Epidemiologi seperti ilmu kedokteran klinik, juga mempelajari masalah kesehatan yang berupa penyakit. Perbedaannya, epidemiologi lebih memusatkan perhatiannya pada penyakit yang ada di masyarakat, sedangkan ilmu kedokteran klinik libih memperhatikan penyakit yang diderita oleh orang perorang. Perbedaan yang seperti ini merupakan perbedaan yang amat pokok sekali, yang menjadi salah satu ciri utama dari pekerjaan epidemiologi.

3.Dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan dimanfaatkan data tentang frekwensi dan penyebab masalah kesehatan tersebut.
Dengan epidemiologi akan diketahui banyak hal tentang suatu kesehatan, termasuk penyabab timbulnya masalah kesehatan tersebut.dalam merumuskan penyebab masalah kesehatan ini, cara yang ditempuh bukan dengan menganalisi hasil pemeriksaan medis ornag perorangan, melainkanmenganalisa data tantang frekwensi dan penyebarab masalah kesehatan tersebut yang ada dimasyarakat.

MANFAAT

Apabila epidemiologi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik, akan diperoleh berbagai manfaat yang jika disederhanakan dapat dobedakan atas empat macam yakni:

1.Membantu pekerjaan administrasi kesehatan.

Uraian yang disampaikan pada awal Bab ini adalah salah satu contoh dari manfaat epidemiologi dalam administrasi kesehatan, yakni membantu pekerjaan perencanaan (planning) dari pelayanan kesehatan. Kecuali epidemiologi juga bermanfaat pada pemantauan (monitoring) suatu upaya kesehatan.

2.Dapat menerangkan penyebab suatu masalah kesehatan.
Uraian yang disampaikan dalam butir tiga dari ruang lingkup epidemiologi adalah contoh dari ruang lingkup epidemiologi dalam menerangkan penyebab suatu masalah kesehatan, dapatlah disusun langkah-langkah penanggulangan selanjutnya, baik yang bersifat pencegahan ataupun yang bersifat pengobatan.

3.Dapat menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit.
Salah satu dari masalah kesehatan yang amat penting ialah tentang penyakit. Dengan menggunakan metode epidemiologi dapatlah deterangkan riwayat alamiah perkembangan suatu penyakit (natural history of disease). Pengetahuan tentang perkembangan alamiah ini amat penting dalam menggambarkan perjalanan suatu penyakit. Dengan pengetahuan tersebut dapat dilakukan berbagai upaya untuk menghentikan perjalanan sedemikian rupa sehingga penyakit tidak sampai berkelanjutan.

4.Dapat menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan.
Karena epidemiologi memepelajari tantang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan, maka akan diperoleh keterangan tentang keadaan masalah kesehatan tersebut. Keadaan yang dimaksudkan disini merupakan perpaduan dari keterangan tersebut. Keadaan yang dimaksudkan disini merupakan perpaduan dari keterangan menurut ciri-ciri manusia, tempat dan waktu. Perpaduan yang seperti ini menghasilkan empat keadaan masalah kesehatan yakni :

a.Epidemi
Epidemi adalah keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekwensi yang meningkat.
b.Pandemi
Pandemi adalah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) frekwensinya dalam waktu yang singkat memperlihatkan peningkatan yang amat tinggi serta penyebarannya telah mencakup suatu wilayah yang amat luas.
c.Endemi
Endemi adalah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) frekwensinya pada suatu wilayah tertentu menetap dalm waktu yang lama.
d.Sporadik
Sporadik adakah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ada di suatu wilayah tertentu frekwensinya berubah-ubah menutur perubahan waktu.

(Sumber : Pengantar Epidemiologi oleh Prof. DR. Dr. Azrul Azwar, MPH)