Fertilitas adalah kemampuan seorang isteri untuk menjadi hamil dan melahirkan anak hidup oleh suami yang mampu menghamilkannya
Riwayat fertilitas sebelumnya tidak menjamin fertilitas dikemudian hari
Infertilitas adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk mencapai kehamilan setelah selama 1 tahun melaksanakan hubungan seksual secara teratur dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.
Kemandulan : (sterilitas) adalah perempuan yg rahimnya telah diangkat atau pada pria telah di kastrasi
Diperkirakan 10-20% pasangan mengalami kemandulan. (12%, Hanifa W) kira2 3 juta pasangan di Indonesia
Ilmu Kedokteran baru bisa menolong 50% bisa hamil sedang sisanya melakukan adopsi, poligami atau cerai
Merupakan hal yang penting untuk tidak menunda kehamilan lebih dari 1 tahun;
Kemungkinan hamil pada pasangan yang sehat dan keduanya berusia dibawah 30 tahun serta melakukan hubungan seksual secara teratur adalah hanya sebesar 25-30%.
Puncak kesuburan seorang wanita adalah pada usia 20 tahunan; jika usia wanita diatas 30 tahun (terutama diatas 35 tahun), maka kemungkinan hamil adalah sebesar kurang dari 10%/bulan
Hasil Penyelidikan :
32,7% bisa hamil pd bulan pertama
57% hamil dalam 3 bulan
72,1% hamil dalam 6 bulan
85% hamil dalam 12 bulan
93,4% hamil dalam 24 bulan
Lebih dari itu kemungkinan kehamilan menjadi menurun
Kemandulan primer
Jika pasangan suami istri sama sekali belum pernah memiliki anak.
Kemandulan sekunder.
Jika sebelumnya pasangan suami istri pernah memiliki anak (minimal 1 kali kehamilan), tetapi kehamilan berikutnya belum berhasil dicapai
PENYEBAB
Sekitar 30-40% kasus disebabkan oleh faktor pria, seperti:
Masalah pada sperma Pada pria dewasa, sperma dibuat terus menerus di dalam testis (buah zakar). Proses pembuatan sperma disebut spermatogenesis. Sel yang belum terspesialisasi memerlukan waktu sekitar 72-74 hari untuk berkembang menjadi sel sperma yang matang.
Dari testis kiri dan kanan, sperma bergerak ke dalam epididimis sampai saat terjadinya ejakulasi.
Dari epididimis, sperma bergerak ke vas deferens dan duktus ejakulatorius
Di dalam duktus ejakulatorius, cairan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis ditambahkan pada sperma dan membentuk semen
Kesuburan seorang pria ditentukan oleh kemampuannya untuk mengantarkan sejumlah sperma yang normal ke dalam vagina wanita. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses tersebut sehingga bisa terjadi kemandulan:
Panas yang berlebihan bisa menyebabkan
berkurangnya jumlah sperma,
berkurangnya pergerakan sperma dan
meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen.
Pembentukan sperma yang paling efsisien adalah pada suhu 33,5° (lebih rendah dari suhu tubuh).
Marijuana atau obat-obatan (misalnya simetidin, spironolakton dan nitrofurantoin). menyebabkan sperma berkurang
Penyakit serius pada testis atau (orchitis
Penyumbatan atau tidak adanya vas deferens (kiri dan kanan) bisa menyebabkan azospermia (tidak terbentuk sperma sama sekali.
Varikokel : varises (pelebaran vena) di dalam skrotum 90% laju sperma kjd lambat, menghalangi pengaliran darah dari testis dan mengurangi laju pembentukan sperma.
Ejakulasi retrograd terjadi jika semen mengalir melawan arusnya, yaitu semen mengalir ke dalam kandung kemih dan bukan ke penis. (post operasi prostat, diabetes, syaraf)
PENYEBAB LAIN
Impotensi
Kekurangan hormon
Polusi lingkungan.
Pembentukan jaringan parut akibat penyakit menular seksual.
KELAINAN PADA WANITA (40-50%} :
Jaringan parut akibat penyakit menular seksual atau endometriosis.
Kelainan lendir servikal (lendir reher rahim). Selama fase folikuler, terjadi peningkatan hormon estradiol sehingga lendir lebih jernih dan elastis dan bisa ditembus oleh sperma.
Kelainan sistem pengangkutan dari leher rahim ke tuba falopii (saluran telur).
Kelainan pada tuba falopii. Bisa terjadi kelainan struktur maupun fungsi tuba falopii. Penyebab yang utama adalah: - Infeksi - Endometriosis - Pengikatan tuba pada tindakan sterilisasi
Selain faktor yang berhubungan dengan usia, resiko kemandulan juga meningkat pada:
Berganti-ganti pasangan seksual (karena meningkatkan resiko terjadi penyakit menular seksual)
Pernah menderita penyakit peradangan panggul (setelah menderita penyakit ini, 10-15% wanita menjadi mandul)
Pernah menderita orkitis atau epididimitis (pria)
Parotitis (pria)
Varikokel (pria)
Pemaparan DES (dietil stilbestrol) (pria maupun wanita)
Siklus menstruasi anovulatoir
Endometriosis
Kelainan pada rahim (mioma) atau penyumbatan leher rahim
Penyakit menahun (misalnya diabetes).
GEJALA :
Tidak kunjung hamil
Reaksi emosional (baik pada istri, suami maupun keduanya) karena tidak memiliki anak.
Kemandulan sendiri tidak menyebabkan penyakit fisik, tetapi dampak psikisnya pada suami, istri maupun keduanya bisa sangat berat. Pasangan tersebut mungkin akan menghadapi masalah pernikahan (termasuk perceraian), depresi dan kecemasan.
DIAGNOSA
Dilakukan pemeriksaan fisik dan pengumpulan riwayat kesehatan dari suami dan istri. Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
Analisa semen untuk menilai volume dan kekentalan semen serta menilai jumlah, pergerakan, kecepatan pergerakan dan bentuk sperma. 2-3 hari sebelum menjalani pemeriksaan ini, suami tidak boleh melakukan ejakulasi.
Pengukuran suhu tubuh basal. Setiap pagi, sebelum beranjak dari tempat tidur, dilakukan pengukuran suhu tubuh wanita, jika terjadi peningkatan sebesar 0,5-1° Celsius
Memperhatikan perubhan pada lendir servikal. Pada fase ovulatoir, lendir menjadi basah, elastis dan licin.
Postcoital test (PCT). PCT dilakukan untuk menilai interaksi antara sperma dan lendir servikal dengan cara menganalisa lendir servikal yang dikumpulkan dalam waktu 2-8 jam setelah melakukan hubungan seksual.
Kadar progesteron serum.
Biopsi endometrium
Biopsi testis (jarang dilakukan)
Kadar LH (luteinizing hormon) untuk memperkirakan saat ovulasi dan membantu menentukan waktu untuk melakukan hubungan seksual.
Progestin challenge
Kadar hormon pada suami dan istri.
Histerosalpingografi (HSG) untuk menilai sistem transport dari serviks melalui rahim sampai ke tuba falopii.
Histeroskopi.
Laparoskopi untuk melihat rongga panggul.
Pemeriksaan panggul (pada wanita) untuk menentukan adanya kista atau tidak.
PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.
Sekitar 75-80% wanita yang mendapatkan clomifene akan mengalami ovulasi, tetapi hanya 40-50% yang berhasil hamil. Sekitar 5% kehamilan adalah kehamilan ganda (terutama kembar 2)
Jika penyebabnya adalah kelainan pada lendir servikal, maka bisa dilakukan inseminasi intrauterin, yaitu memasukkan semen langsung ke dalam rahim sehingga tidak perlu melewati lendir. Atau diberikan obat untuk mengencerkan lendir (misalnya guaifenesin).
Setelah semua pengobatan lain gagal menghasilkan kehamilan, maka lebih banyak pasangan mandul yang beralih ke fertilisasi in vitro (bayi tabung). Prosedur ini terdiri dari perangsangan ovarium, pemulihan pelepasan sel telur, pembuahan sel telur, penumbuhan embrio di laboratorium kemudian penanaman embrio pada rahim wanita.
Sekitar 85-90% kasus, kemungkinan penyebabnya bisa diketahui. Pengobatan yang tepat (tidak termasuk teknik modern seperti fertilisasi in vitro) memungkinkan terjadinya kehamilan pada 50-60% pasangan yang sebelumnya didiagnosis mengalami kemandulan. Tanpa pengobatan, 15-20% kasus pada akhirnya akan mengalami kehamilan.
PENCEGAHAN
Kemandulan seringkali disebabkan oleh penyakit menular seksual (gonore dan klamidia)
Peradangan menyebabkan pembentukan jaringan parut pada tuba falopii lalu terjadi penurunan kesuburan, kemandulan absolut atau kehamilan di luar kandungan.
Immunisasi gondongan telah terbukti mampu mencegah gondongan dan komplikasinya pada pria (orkitis). Kemandulan akibat gondongan bisa dicegah dengan menjalani immunisasi gondongan. Beberapa jenis alat kontrasepsi memiliki resiko kemandulan yang lebih tinggi (misalnya IUD). IUD tidak dianjurkan untuk dipakai pada wanita yang belum pernah memiliki anak.
Minggu, 08 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar