Selasa, 03 Maret 2009

INTRODUKSI KESEHATAN REPRODUKSI

Definisi Kesehatan Reproduksi
Keadaan sehat menyeluruh, meliputi aspek fisik, mental & sosial, bukan sekedar tdk ada penyakit/gangguan di segala hal yg berkaitan dgn sistem reproduksi, fungsinya dan proses reproduksi itu sendiri.
Dengan demikian: Kesehatan reproduksi menyiratkan bhw setiap org dapat:
- Menikmati kehidupan seks yg aman dan menyenangkan
- Memiliki kemampuan bereproduksi
- Memiliki kebebasan menetapkan
Prasyarat fungsi reproduksi :
- Sehat (fisik, mental, sosial):
- Tdk ada kelainan anatomis & fisiologis
- Rongga pinggul cukup(perempuan)
- Testis baik (laki-laki)
- Kelenjar endokri (hormon) baik , dll
- Landasan psikis memadai perkembangan emosi baik (sejak bayi & anak-anak)
- Bebas dari kelainan/penyakit yg langsung/tdk langsung mengenai organ reproduksi: (infeksi menular seksual, gangguan hormonal, tumor,dampak pencemaran lingkungan)
- Perempuan hamil memerlukan jaminan u/ dpt melewati masa tsb dgn aman
Area permasalahan dlm kesehatan reproduksi:
A. Masalah Reproduksi:
Kesehatan, morbiditas & mortalitas perempuan yg berkaitan dgn kehamilan (gizi & anemia, komplikasi kehamilan, infertilitas)
Peranan sosbud thd reproduksi (pandangan masyarakat thd kesuburan & kemandulan, nilai anak, sikap masyarakat thd perempuan hamil)
Area permasalahan dlm kesehatan reproduksi:
Intervensi pemerintah/negara thd masalah reproduksi (program KB,per-UU-an)
Ketersediaan yankes reproduksi & KB, keterjangkauan secara ekonomi u/ kelompok perempuan & anak-anak
Kesehatan bayi & anak, terutama balita
Dampak pembangunan ekonomi, industrialisasi & perubahan lingkungan thd kespro
B. Masalah Gender & Seksualitas:
Pengaturan negara thd masalah seksualitas (ttg pornografi, pelacuran, pendidikan seksualitas)
Pengendalian sosbud thd masalah seksualitas, norma sosial ttg perilaku
seks, homoseks, poligami & perceraian
Seksualitas di kalangan remaja
Status dan peranan perempuan
Perlindungan thd perempuan pekerja
C. Masalah yg berkaitan dgn kehamilan yg tdk diinginkan:
Infanticide
Aborsi, terutama unsafe abortion
Dampak unwanted pregnancy thd kesehatan perempuan & keluarga
Dampak sosial ekonomi dr unwanted pregnancy & unsafe abortion
Kebijakan pemerintah dlm menghadapi hal tsb
D. Masalah Kekerasan & Perkosaan thPerempuan:
Kecenderungan penggunaan kekerasasecara sengaja thd perempuan,perkosaan & dampaknya thd korban
Norma sosial mengenai kekerasan dirumah tangga
Sikap masyarakat ttg kekerasan &perkosaan thd pelacur
Langkah-langkah u/ mengatasi masalah tsb
E. Masalah infeksi menularseksual (IMS):
IMS “lama” (sifilis, gonore) &“baru” (khlamidia, herpes)
HIV/AIDS , Dampak sos-ek dr IMS
Kebijakan & program pemerintah u/ mengatasi itu(termasuk yankes bagi PSK
Sikap masyarakat thd IMS
F. Masalah Pelacuran:
Demografi PSK atau pelacuran
Faktor pendorong pelacuran & sikap masyarakat thdnya
Dampaknya thd kespro(bagi pelacur sendiri, konsumen &keluarganya)
G. Masalah Teknologi:
Teknologi reproduksi dgn bantuan (inseminasi buatan & bayi tabung)
Gender fetal screening
Genetic screening
Keterjangkauan & kesamaan kesempatan
Etika & hukum yg berkaitan dgn masalah teknologi reproduksi
Unsur-unsur yg perlu diperhatikandlm masalah Kespro:
1. Bgmn menjaga agar lakilaki & perempuan akan mampu bereproduksi dlm keadaan sehat, dapat mempunyai anak sehat,mampu mengasuh anak anak secara bertanggungjawab, shg mereka pun kelak akan mampu menjalani tugas reproduksinya secara baik
2. Bgmn menjamin setiap org akan melewati masa reproduksinya secara aman, tanpa komplikasi (fisik,mental & sosial)
3. Bgmn menjamin setiap org mempunyai hak & kesempatan yg sama u/ mencapai semua itu

(Disarikan dari makalah KESEHATAN REPRODUKSI
Dr. JULIANDI HARAHAP
Bagian Kedokteran Komunitas Dan
Kedokteran Pencegahan
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, http://duniapsikologi.dagdigdug.com dan sumber lainnya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar